Friday, August 5, 2011

Semoga Saja Aku Salah


!

Resa Herlambang dengan lagunya Menyesal sedang aku dengarkan. Akhir-akhir ini aku sering memimpikan Ika. Aku benar-benar merindukannya. Tetapi satu sisi aku merasa ada yang berubah dari Ika ketika aku telpon dia dan ketika aku menyapanya di FB. Perubahannya membuatku takut untuk kehilangannya. Dia lebih dingin dari yang aku tahu. Mungkin dia sudah merasa bosan dengan hubungan jarak jauh ini. Sungguh memikirkannya membuatku frustasi.
Ika adalah belahan jiwaku. Tidak ada seseorang yang aku rindukan selain dirinya. Aku bukan tidak mempercayainya. Tetapi rasa takut untuk kehilangannya selalu menghantuiku. Mungkin dia merasa tidak berubah, namun aku merasakannya.
Tadi ketika aku memeras jeruk-jeruk dengan mesin yang berasal dari Valencia – Spanyol yang bermerek Zumex, pikirannku melayang memikirkan Ika. Ika. Ika. Dan hanya Ika yang ada dibenakku. Jeruk-jeruk yang aku masukkan ke mesin itu seperti bola-bola kekhawatiran yang kemudian dibelah di dalam mesin dan diperasnya kedua belahan jeruk itu. Air perasan mengalir memenuhi wadah yang menampung dengan pipa yang mampu mengalirkan ke dalam pitcher. Dari pitcher itu aku tuangkan kedalam gelas-gelas kosong yang yang sudah aku persiapkan dari tadi.
Aku tidak menyalahkan perubahan yang terjadi kepada dirinya. Perubahan itu adalah hasil dari hubungan jarak jauh ini atau mungkin karena dia ingin mefokuskan diri beribadah di bulan ini. Ah … aku tidak mengerti dengan semua ini. Aku terlalu berpikiran yang aneh-aneh.
Tapi apapun itu yang sedang dia rasakan, semoga saja rasa sayang dia tidak berubah kepadaku. Semoga saja aku yang terlalu khawatir sehingga yang aku pikirkan tentangnya salah. Semoga saja dia tidak berubah.

 

Semoga saja aku salah,

 

  • - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Aku masih berusa ternyum walau jiwaku sedang kusut.
Seattle, August 5, 2011
8.47 di pagi yang hujan.

 


 


 

No comments:

Post a Comment