Tuesday, May 8, 2012

Mengejar Impian di Darat

Aku sempat depresi karena pekerjaanku yang tidak kunjung membaik. Aku banyak mengirimkan lamaran ke sana-sini. Tetapi hasilnya masih belum maksimal. Aku membutuhkan ekstra kesabaran untuk menghadapi keadaan saat ini.

Beberapa bulan yang lalu aku sempat mendapatkan kesempatan untuk bekerja di Singapur. Tetapi ternyata agency nya tidak benar yang akhirnya aku harus berkonsentrasi menjadi staff di Bandung. Melalui kinerja yang aku perlihatkan, Alhamdulillah kesempatan itu datang. Aku diangkat menjadi staff pada bulan ini. Mei. Ah, memang Mei selalu menjadi bulan yang luar biasa bagiku.

Tetapi ini adalah pertanda bahwa aku tidak boleh berangkat keluar lagi. Ini adalah pertanda bahwa aku harus membuat ancang-ancang untuk sprint mengejar target untuk menjadi seorang manager. Ini adalah obsesi yang sehat. Target. Ghiroh untuk berjuang di sini. Semangat untuk hidup.

Oleh karena itu. Aku sedang mengumpulkan file-file yang sekiranya nant akan membantuku dalam posisi yang lebih tinggi.

Good luck for me!
=)

Wednesday, December 28, 2011

Ternyata Aku Salah

Tanggal 1 November 2011 kemarin aku resign dari kapal. Hal ini membuktikan bahwa aku bukanlah seorang pelaut. Ada beberapa alasan yang tidak bisa aku ceritakan disini karena mungkin anda adalah salah satu keluargaku. Kejujuran memang tidak selamanya menyenangkan. Ada yang bilang jujur itu terkadang menyakitkan. Kejujuranku bukan untuk menceritakan alasan kenapa aku berhenti dari pesiar.
Banyak pelajaran yang telah aku dapatkan dari kapal. Itu sudah membuatku cukup. Aku sudah tidak mau lagi berlayar menjadi seorang pelaut. Walau pendapatan seorang pelaut itu lumayan besar, tapi bagiku uang bukanlah segalanya. Ada kebahagian yang tidak bisa dibeli dengan uang.
-------------
Setelah berhenti dari kapal. Aku kembali bekerja di Bandung. Bekerja disalah satu hotel berbintang lima.
Dan saat ini aku sudah mulai menikmati pekerjaanku

Bandung, Braga,
December 29, 2011

Friday, August 26, 2011

Aku Sedang Kusut


Kapal hanya sedikit sekali memberikanku kesenangan. Selebihnya adalah hal yang biasa-biasa saja sampai hal yang sangat menyebalkan. Aku tidak pernah berfikiran bahwa aku mampu bertahan sampai disini dengan kondisi sekitarku yang runyam. Kondisi dimana aku sangat dipojokkan dan diharuskan untuk bertahan atau melawan.
Otakku sedang kacau. Jiwaku kadang berada disini dan kadang entah dimana. Ini adalah hal nyata. Aku menyadari bahwa aku sedang menuju tingkat kesetressan selanjutnya.
Ahh …
Hal pertama yang sedang mengganggu fikiranku saat ini adalah kondisi Ika, kekasihku. Hubungan kami baik-baik saja, tetapi ada hal yang selalu menggangguku. Jujur, beberapa hari yang lalu kami sedang dihadapkan dengan percekcokan yang sebenarnya tidak harus terjadi. Entah mengapa setiap aku menelpon Ika biasanya ada saja hal yang membuat kami cekcok walau tidak berlangsung lama. Ini juga mungkin pengaruh dari hubungan jarak jauh.
Ika semakin dewasa. Gaya bicaranya semakin mantap dan tegas. Aku suka dengan perubahan itu. Namun dia juga semakin keritis dengan kondisi kami. Beberapa kata yang keluar tidak pernah aku harapkan sebelumnya. Dan kata-kata itu yang menjadi fikiranku saat ini. Kata-kata itu yang saat ini sedang mengganggu fikiranku dan mulai menggerogoti jiwaku.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan apa yang dia katakan. Kata-kata yang keluar dari mulutnya waktu itu menggambarkan betapa mantapnya dia dengan kedewassannya saat ini. Disisi lain, aku merasa ada keraguan di dirinya. Keraguan itu yang menjadikannku terus memikirkannya. Walaupun sebenarnya saat itu aku juga mengamini apa yang dia katakana. Ah … entahlah.
Selanjutnya adalah si Benga teman secabinku. Tingkahnya semakin kacau dan menjengkelkan. Aku merasa dia semakin jorok. Bau badannya begitu menusuk. Handuknya tidak pernah dicuci semenjak dia datang 3,5 bulan yang lalu. Bayangkan! Setiap masuk cabin ketika aku membuka pintu masuk, bau badan yang keluar dari handuk yang basah itu menyambutku karena handuk itu digantung tepat di pintu masuk. Itu sapaan yang "keparat".
Beberapa waktu yang lalu juga aku sempat menegurnya. Itu adalah teguran yang sangat wajar. Waktu itu aku sedang tidur dan kemudian dia datang. Aku mendengar kedatangannya masuk cabin. Dia masuk ke tolet dan kemudian dia keluar lagi. Dia menyalakan rokok dan kemudian menghisapnya. Dadaku sesak. Ketololan dia karena tidak memikirkanku yang sedang tidur menghirup asap rokok membuatku sangat murka walau aku tahan saat itu.
"Buka pintunya! ORANG LAGI TIDUR KOK NGEROKOK!!!"
Akhirnya dia cepat-cepat mematikannya dan kemudia dia keluar cabin. Malam harinya aku meminta maaf karena marah dan berbicara mengenai ketololan dia. Dan dia sepertinya menerima jika dia salah. Aku cukup bersyukur aku memarahinya saat itu karena kemudian kebiasaanya merokok di cabin sudah dia kurangi. Jika ada aku, dia sudah jarang merokok.
Tapi saat ini, tepat ketika aku menulis ini. Dia sedang kabur entah kemana. Dia mungkin merasa bersalah karena seharusnya saat tadi kami melakukan soapy-soapy karena besok akan diadakan cabin inspection dia malah tidak ada. Akhirnya aku yang membersihkan semuanya. Ketika semua sudah rapih dia datang dan aku sama sekali tidak menegurnya.
Sangking sebalnya aku. Jika dia telat datang masuk kerja, aku akan pura-pura tidak secabin dengannya. Aku tidak akan menelponnya. Biarkan saja. Walaupun dia satu jadwal denganku, tetapi bila dia tidur, aku tidak akan membangunkannya. Biarkan saja. Aku sudah sangat jengkel kepadanya. Sangat-sangat jengkel sekali. Sampai sempat beberapa kali dia ditelpon karena telat. Jahatnya diriku? Hahaha….
PUNG!!!
Yang mengganggu fikiranku selanjutnya adalah PROMOTION. Saat ini sudah hampir 3 bulan lebih aku disini. Dan seharunya aku sudah dipromosi, namun aku didahului oleh para repeater-repeater. Sebenarnya ada seseorang yang menjanjikanku promotion asal ada anak ASL yang datang. Tetapi ketika ada seorang ASL yang datang dia malah diam saja. Ketika aku menagihnya, eh dia hanya bilang "Biar saya atur strategi dulu." PUNG!
Namun sudah hampir 2 cruise 14 harian berakhir. Tanda-tanda dia akan menepati janji itu belum ada. Malah setiap dia ketemu denganku dia hanya akan diam bisu. Dia mungkin malu denganku. Janjinya belum bisa ditepati ternyata. Ah … PAYAH.
Walau masih ada hal-hal lain lagi yang membuat diriku KUSUT. Aku belum mau membahasnya sekarang.
Aku saat ini sedang senang karena Ika mendapat pekerjaan di Bandung dan hari ini adalah hari pertamanya kerja. Alhamdulillah.
Semoga aja dia betah dan tentunya bisa ngejaga diri dan hatinya. J

. . . . . . . . . . . . …………. . . . . . . …………………. . . . . .
Masih dari Cabin 061.
00.55 am, 1,5 jam sebelum sahur.

 

Aku sangat sayang sama Ika.

Tuesday, August 23, 2011

Project Nine


Walah … Sudah lama tidak menulis lagi di blog ini. Entah mengapa. Aku memang sedang malas untu menulis.
Hemhh …
Kemarin adalah malam terakhir cruise. Dan hari ini adalah awal dari cruise baru. Cruise 14 harian memang terasa sangat cepat. Tetapi itu bagus. Semakin cepat berakhir berarti semakin cepat kapal ini berlayar ke Asia. Bagus menurutku soalnya aku akan bertemu dengan keluargaku di Jakarta dan tentunya sama Ika, kekasihku.
Setiap akhir cruise setiap tamu akan diberikan kartu untuk menilai sejauh mana performa kapal ini secara keseluruhan dipandangan mereka selama mereka berlayar. Ini biasanya kita sebut RATING. Dan RATING untuk sebagian orang adalah TUHAN. Terutama para officer. Mereka dinilai becus tidaknya dalam memimpin adalah dari rating tersebut. Hal ini terungkap karena para supervisor sangat jelas sekali berbicara setiap briefing sebelum dinner dimulai.
OUR GOAL IS CLEAR. RATING!!!
Nah tugas kita sebagai kacung dan assistant adalah meyakinkan para tamu yang duduk di table kami agar memberikan nilai sembilan. Inilah yang kita sebut sebagai Project Nine. Project Nine sebenarnya menguntungkan buat kami juga. Karena biasanya bila kami mendapatkan rating 9 (sembilan) dari tamu-tamu kami, maka biasanya kami akan mendapatkan tambahan uang sebanyak $125 buat kacung dan $70 buat assistant.
Kamarin aku dan kacungku mendapatkan rating 9. Tetapi kami kalah sama kacung dan assistant lain soalnya tamu kami hanya 14 orang. Sedangkan mereka lebih dari itu. Hemhh… ya sudahlah. Kami tidak mendapatkan uang tambahan dari rating. L

Tapi kabar bagus nya kami mendapatkan alaga dari tamu. Lumayan untuk membeli 2 gram emas. Hehehe ….
Alhamdulillah.
Aku tidak peduli dengan rating. Yang aku tahu, aku harus bekerja keras agar tamu senang dengan service kami. Yang aku pentingkan adalah ketika tamu sudah senang, maka mereka akan bayar di akhir cruise. Karena misi aku dan kacungku sudah sangat jelas sekali.
OUR GOAL IS CLEAR. TAMU2 KAMI BAYAR DI AKHIR CRUISE. THAT'S IT!!!
Tapi yang aku pentingkan adalah setiap bulan ada uang yang aku dapat dari gajiku. Dan yang paling penting adalah setiap bulan Mamahku tercinta mendapatan kiriman uang dariku.
Maka dengan begitu aku akan tersenyum sangat lebar.
Karena aku bahagia.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
August 20, 2011
9.17 AM setelah kerja pagi.
Sambil mendengarkan lagu-lagu Parahyangan.

Friday, August 12, 2011

10 Hal Yang Paling Menyiksa


Hoi.
J


 

Seumur hidup aku ini yang pertama,
Pintu hatiku diketuk seorang wanita,
Dialah ciri selama ini kucari,
Ayu wajahnya, setia dan sederhana,

 

Walaupun aku disini dan dia disana
Jarang sekali berjumpa semenjak kita berpisah,
Namun rinduku semakin menggebu,
Bunga cintaku semakin merekah.

 

Reff;
Sungguh ku merasa resah, melepas dirimu, sendiri disana,
Namunku, slalu berdo'a, semoga bersama,
Disana hanyalah menanti (ku tetap menanti)
Sampai kapanpun tiada pasti,
Bertanya kabar melalui bintang,
Jarang sekali bertemu muka,
Namun ku tahu engakau setia,
Disana kau tetap menunggu, (kutetap menuggu)
Kehadiranku disisimu,
Kasih kau setia terhadap aku,
Sanggup menunggu kata putusku,
Sayang ketabahanmu menawanku.

 

Back to Reff

 

Aku terima suratnya, ringkas tulisannya.
Dia sedia undur diri dan memaafkanku,
Katanya anggap ini suatu mimpi,
Yang datang sekedar untuk menguji.

 

Tahu lirik lagu apa diatas? Lagu yang jadul sekali kan? Hehehe …
Penyanyinya adalah UKS – Disini Menunggu. Sungguh luar biasa mendengarkannya. Lagu-lagu Malaysia menjadi lagu favorite di Dining Room. Lagu slow sendu menjadikan kami sangat merindukan Negeri Melayu (Indonesia). Aku sendiri sangat menikmati lagu-lagu itu. Lagu-lagu itu membawaku terbang sesaat ketempat kekasihku berada. Dan memeluknya untuk kemudian sadar kembali karena waktu bekerja sudah semakin menipis.
Kali ini aku ingin menceritakan hal apa saja yang menyiksa menurutku. Ayo kita mulai dari tingkatan yang paling bawah;
  1. Toilet
    Ini adalah urutan terakhir dari kesepuluh yang menyiksaku. Toilet cabin kami sangat sering sekali rusak. Kadang Toilet bowl nya tidak ingin nge-flushing, atau yang paling sering adalah tidak ada air panas. Jadi jika tidak ada air panas, aku tidak pernah mandi. Tapi yang paling terakhir ini adalah saluran air tersumbat sehingga banjir ke cabin dan sekaligus lampunya mati. Lengkaplah sudah penderitaan pertama.
  2. Master Chef Dinner
    MCD (Master Chef Dinner) diadakan setiap cruise sekali. Biasanya kita akan mengadakan MCD ketika kita ada di Sitka. MCD adalah acara di Dining Room dimana kita para steward dan assistant steward menggunakan pakaian chef. Para steward menggunakan pakain chef berwarna putih dengan topi dari kertas dan para assistant menggunakan pakai berwarna biru dengan topi berwara putih dari kain.
    MCD sebenarnya sangat menyenangkan bagi tamu karena kita para server akan menari-nari bak bencong-bencong yang pandai menari balet. Mengayunkan napkin-napkin dengan ayu dan keperempuanan. Berusaha tersenyum sefiminim-feminimnya. Master Chef Dinner berbeda dari dinner-dinner yang lain. Saat MCD dilakukan, maka menu yang disajikan sangat khusus.
    Namun bagiku, MCD sangat menyiksa karena salad dan dessert disajikan secara serentak setelah ritual menyanyi. Dan pastinya tamunya duduk secara serentak. Dalam artian bila ada 20 tamu, maka kita harus membawa 20 salad, 20, appetizer, kurang lebih 20 soup dan pastinya 20 entree. Bayangkan berapa kali aku harus bulak-balik ke kitchen untuk mengambil makanan-makanan tersebut? Banyak dan boyot.
  3. Cabin Inspection
    Alah, sungguh-sungguh menyiksa waktu istirahat. Cabin Inspection biasanya diadakan setiap sebulan sekali. Berarti cabinku harus sangat bersih dan rapih. Aku percaya sangat nyaman sekali bila cabin bersih, tetapi apa yang kamu pikirkan bila dinding-dinding harus di lap, cermin harus mengkilat, toilet harus tertata bersih, lemari harus tertata rapih walau barang-barang si Benga tergeletak dimana saja. Dan waktu soapy-soapy biasanya diadakan setelah aku bekerja keras di Dining Room. Sungguh melelahkan bukan?
  4. Embarkation/ disembarkation
    Moment ini adalah moment yang sangat menyebalkan. Embarkation/ Disembarkation artinya aku harus bekerja lebih lama dan mengurangi jatah tidurku. Karena saat embarkasi aku akab bekerja lebih lama. Bukan hanya itu juga, ketika embarkasi/disembark maka Lido akan menjadi Orange Code, dimana tamu tidak boleh mengambil makanan sendiri selama 48 jam. Yang artinya kita harus menserving mereka selama period Orange Code tersebut. Artinya kerjaan kita lebih banyak dari biasanya.
  5. Boat drill/ Fire dril
    Ini adalah waktu yang sangat menyiksa. Karena bila kita sedang tidur dan kebagian untuk boat rill, maka aku harus datang. Dan yang lebih parah adalah bila areaku kena fire drill, maka mau tida mau aku harus keluar dari cabinku dan mempending tidurku.
  6. Formal Night
    Formal Night terjadi 4 kali dalam satu cruise 14 harian. Saat formal night maka kita harus siap-siap boyot. Karena saat itu maka tamu sangat berantusias sekali datang ke dining room. Semakin banyak tamu semakin banyak makanan yang harus dibawa. Bukan hanya itu, saat formal night, kita juga harus memasang cover chair yang akan menyita waktu istirahat.
  7. Sepatu
    Ini dia barang yang menyiksa. Sepatu bagiku berarti bekerja. Tidak menggunakan sepatu berarti aku sedang santai. Sampai saat ini, sepatuku telah membuat kakiku lecet dan kering di tumit. Ah, sepatu bagaikan borgol bagiku.
  8. Asap Rokok dari Si Benga
    Sungguh ini dia manusia tidak berperasaan. Ketika aku tidur, maka dengan tololnya dia biasanya akan merokok di cabin. Ketika santaipun, asap rokok sangat menggangguku, apalagi saat aku tidur. Kadang-kadang aku tidak habis piker kenapa ada orang yang tidak peka terhadap orang lain. Memang, aku tidak pernah bilang jika aku terganggu dengan asap rokok itu. Tapi kenapa gak mikir sendiri?
  9. Alarm
    Argh … Jika ada suara yang aku benci, maka alarm adalah suara itu. Alarm lah yang membangunkanku ketika aku tidur nyenyak. Suara itu yang kadang-kadang mengganggu mimpi indahku. Alarm lah yang menyurhku untuk balik kembali untuk bekerja. Alarm adalah WAKTUNYA BEKERJA. Argh ….
  10. Long Distance
    Ini dia hal yang paling menyiksa ketika aku berada disini, 8000 mil dari kekasihku. Tidak ada tempat bercerita ketika aku ingin bercerita. Tidak ada disampingnya ketika dia sakit. Mendengar suaranya tidak bisa tiap hari. Bahkan mendapatkan kabarnyapun aku harus menunggu kota-kota yang biasanya menyediakan tempat untuk online. Ah … siksaan terberatku adalah rasa rinduku kepada Ika. Kekasihku yang sangat aku sayang.

 

Sudah tahu kan 10 hal yang paling menyiksaku disini? Bahagialah kamu yang membaca ceritaku bila kamu tidak mengalami hal ini. Aku saat ini sedang berusaha bertahan dengan segala hal-hal diatas yang menggangguku. Karena aku yakin. Masih ada hari esok yang lebih baik dari hari ini. Insyaallah.
Aku bersabar …

 

. . . . . . . . . .. . . . . .. … .. .. . . .
Masih dari cabin 061
Beberapa jam setelah menelpon Ika, kekasihku.
August 12, 2011 heading to Anchorage @ 0.55 AM

 

 
Aku sayang Ika.

Tuesday, August 9, 2011

Bahasa Pelaut


ms Amsterdam dihuni oleh para pekerja dari berbagai bangsa. Mereka adalah para pelaut. Namun mayoritas pekerja di kapal adalah orang Indonesia dan Pilipina. Dari kedua bangsa inilah kemudian bahasa-bahasa pelaut diadaptasi. Mari aku tunjukan kata-kata apa saja yang sering digunakan oleh pelaut.
  1. Boyot.
    Kata "Boyot" berasal dari bahasa yang dibawa oleh pelaut Indonesia. Kata ini berarti telat/ lelet/ lambat/ masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan padahal waktu sudah menyempit/ mengerjakan sesuatu denganperlahan. "Boyot" digunakan untuk hal-hal yang berkonotasi negative.

     
  2. Cak-cak.
    "Cak-cak" adalah kata yang katanya berasal dari para pelaut Indonesia juga. Konon "cak-cak" berasal dari bahasa Bali. Tetapi ada yang bilang "cak-cak" juga berasal dari bahasa India. Hemhh… daripada pusing-pusing memikirkan asal kata ini lebih baik mengetahui arti kata ini. Kata ini adalah kebalikan dari kata "boyot" yang artinya "cak-cak" adalah melakukan sesuatu dengan sangat cepat/ atau memiliki kemampuan menyelesaikan sesuatu dengan cepat.

     
  3. Alaga.
    Kata ini berasal dari para pelaut Pilipina. Artinya secara umum adalah melakukan sesuatu agar kita bisa dapat bayaran. Alaga ke tamu berarti memenuhi segala kebutuhan tamu agar mereka berasa terkesan dan akhirnya mereka memberi tips. Alaga tidak hanya berlaku kepada tamu, tetapi antara sesama pelaut juga ada "alaga" yang terjadi. Misalnya alaga tea cup+saucer, yang artinya orang tersebut menyediakan cup+saucer untuk seseorang dengan imbalan dapat bayaran $10.

     
  4. Putangina.
    Kata ini berasal dari para pelaut Pilipina. Kata ini biasanya diucapkan ketika seseorang kesal. Ini berkonotasi sangat negative. Yang berarti "Penis".

     
  5. Moller. (aku tidak yakin tulisannya benar)
    Ini kata berasal dari Rusia, katanya. Kata ini artinya adalah "pelacur".

     
  6. Payah.
    Tahu dong dari mana kata ini berasal. Payah biasanya diucapkan "paya you!" Artinya kamu payah. Ini diungkapkan ketika seseorang mengejek temannya.

     
  7. Yoyo.
    Yoyo berasal dari bahasa Pilipina. Kata ini berarti "mansturbasi."

     
  8. MAI
    MAI adalah singkatan dari (Manusia Itam). Kata ini hanya popular di kalangan pelaut Indonesia.

     
  9. Monkey Business.
    Monkey Business adalah kata yang biasanya digunakan untuk membicarakan nepotisme yang dilakukan oleh suatu golongan. Atau kepentingan suatu golongan.

     
  10. Banana
    Walau berarti pisang. Tetapi kata ini lebih sering diartikan sebagai "masalah". Get banana artinya mendapatkan masalah.

     
  11. Kuya
    Kuya biasanya dikaitkan dengan tamu. "Tamu Kuya" adalah tamu yang rese, tamu yang banyak mintanya, tamu yang sering complain. (Difficult guest)

     
  12. Kakap
    Kata ini juga sering dikaitkan dengan tamu. "Tamu Kakap" adalah tamu yang ngasih tips banyak. Mungkin mereka bisa mengasih tips sampai $100 atau bahkan lebih. Kakap juga berarti memiliki kemampuan lebih.

     
  13. Pare = abang (berasal dari bahasa Pilipina)
  14. Mare = embak (berasal dari bahasa Pilipina)
Nah itulah beberapa kata yang sering digunakan oleh para pelaut. Nanti bila aku ingat lagi kata-kata yang sering digunakan, insyaallah akan aku tambah lagi. J


 

Sampai disini dulu.
Tot morgan!
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Heading to Juneau. From cabin 061.
Sambil mendengarkan Doel Sumbang.
23.06 pm/ August 9, 2011

Friday, August 5, 2011

Semoga Saja Aku Salah


!

Resa Herlambang dengan lagunya Menyesal sedang aku dengarkan. Akhir-akhir ini aku sering memimpikan Ika. Aku benar-benar merindukannya. Tetapi satu sisi aku merasa ada yang berubah dari Ika ketika aku telpon dia dan ketika aku menyapanya di FB. Perubahannya membuatku takut untuk kehilangannya. Dia lebih dingin dari yang aku tahu. Mungkin dia sudah merasa bosan dengan hubungan jarak jauh ini. Sungguh memikirkannya membuatku frustasi.
Ika adalah belahan jiwaku. Tidak ada seseorang yang aku rindukan selain dirinya. Aku bukan tidak mempercayainya. Tetapi rasa takut untuk kehilangannya selalu menghantuiku. Mungkin dia merasa tidak berubah, namun aku merasakannya.
Tadi ketika aku memeras jeruk-jeruk dengan mesin yang berasal dari Valencia – Spanyol yang bermerek Zumex, pikirannku melayang memikirkan Ika. Ika. Ika. Dan hanya Ika yang ada dibenakku. Jeruk-jeruk yang aku masukkan ke mesin itu seperti bola-bola kekhawatiran yang kemudian dibelah di dalam mesin dan diperasnya kedua belahan jeruk itu. Air perasan mengalir memenuhi wadah yang menampung dengan pipa yang mampu mengalirkan ke dalam pitcher. Dari pitcher itu aku tuangkan kedalam gelas-gelas kosong yang yang sudah aku persiapkan dari tadi.
Aku tidak menyalahkan perubahan yang terjadi kepada dirinya. Perubahan itu adalah hasil dari hubungan jarak jauh ini atau mungkin karena dia ingin mefokuskan diri beribadah di bulan ini. Ah … aku tidak mengerti dengan semua ini. Aku terlalu berpikiran yang aneh-aneh.
Tapi apapun itu yang sedang dia rasakan, semoga saja rasa sayang dia tidak berubah kepadaku. Semoga saja aku yang terlalu khawatir sehingga yang aku pikirkan tentangnya salah. Semoga saja dia tidak berubah.

 

Semoga saja aku salah,

 

  • - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Aku masih berusa ternyum walau jiwaku sedang kusut.
Seattle, August 5, 2011
8.47 di pagi yang hujan.