Friday, August 26, 2011
Aku Sedang Kusut
Kapal hanya sedikit sekali memberikanku kesenangan. Selebihnya adalah hal yang biasa-biasa saja sampai hal yang sangat menyebalkan. Aku tidak pernah berfikiran bahwa aku mampu bertahan sampai disini dengan kondisi sekitarku yang runyam. Kondisi dimana aku sangat dipojokkan dan diharuskan untuk bertahan atau melawan.
Otakku sedang kacau. Jiwaku kadang berada disini dan kadang entah dimana. Ini adalah hal nyata. Aku menyadari bahwa aku sedang menuju tingkat kesetressan selanjutnya.
Ahh …
Hal pertama yang sedang mengganggu fikiranku saat ini adalah kondisi Ika, kekasihku. Hubungan kami baik-baik saja, tetapi ada hal yang selalu menggangguku. Jujur, beberapa hari yang lalu kami sedang dihadapkan dengan percekcokan yang sebenarnya tidak harus terjadi. Entah mengapa setiap aku menelpon Ika biasanya ada saja hal yang membuat kami cekcok walau tidak berlangsung lama. Ini juga mungkin pengaruh dari hubungan jarak jauh.
Ika semakin dewasa. Gaya bicaranya semakin mantap dan tegas. Aku suka dengan perubahan itu. Namun dia juga semakin keritis dengan kondisi kami. Beberapa kata yang keluar tidak pernah aku harapkan sebelumnya. Dan kata-kata itu yang menjadi fikiranku saat ini. Kata-kata itu yang saat ini sedang mengganggu fikiranku dan mulai menggerogoti jiwaku.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan apa yang dia katakan. Kata-kata yang keluar dari mulutnya waktu itu menggambarkan betapa mantapnya dia dengan kedewassannya saat ini. Disisi lain, aku merasa ada keraguan di dirinya. Keraguan itu yang menjadikannku terus memikirkannya. Walaupun sebenarnya saat itu aku juga mengamini apa yang dia katakana. Ah … entahlah.
Selanjutnya adalah si Benga teman secabinku. Tingkahnya semakin kacau dan menjengkelkan. Aku merasa dia semakin jorok. Bau badannya begitu menusuk. Handuknya tidak pernah dicuci semenjak dia datang 3,5 bulan yang lalu. Bayangkan! Setiap masuk cabin ketika aku membuka pintu masuk, bau badan yang keluar dari handuk yang basah itu menyambutku karena handuk itu digantung tepat di pintu masuk. Itu sapaan yang "keparat".
Beberapa waktu yang lalu juga aku sempat menegurnya. Itu adalah teguran yang sangat wajar. Waktu itu aku sedang tidur dan kemudian dia datang. Aku mendengar kedatangannya masuk cabin. Dia masuk ke tolet dan kemudian dia keluar lagi. Dia menyalakan rokok dan kemudian menghisapnya. Dadaku sesak. Ketololan dia karena tidak memikirkanku yang sedang tidur menghirup asap rokok membuatku sangat murka walau aku tahan saat itu.
"Buka pintunya! ORANG LAGI TIDUR KOK NGEROKOK!!!"
Akhirnya dia cepat-cepat mematikannya dan kemudia dia keluar cabin. Malam harinya aku meminta maaf karena marah dan berbicara mengenai ketololan dia. Dan dia sepertinya menerima jika dia salah. Aku cukup bersyukur aku memarahinya saat itu karena kemudian kebiasaanya merokok di cabin sudah dia kurangi. Jika ada aku, dia sudah jarang merokok.
Tapi saat ini, tepat ketika aku menulis ini. Dia sedang kabur entah kemana. Dia mungkin merasa bersalah karena seharusnya saat tadi kami melakukan soapy-soapy karena besok akan diadakan cabin inspection dia malah tidak ada. Akhirnya aku yang membersihkan semuanya. Ketika semua sudah rapih dia datang dan aku sama sekali tidak menegurnya.
Sangking sebalnya aku. Jika dia telat datang masuk kerja, aku akan pura-pura tidak secabin dengannya. Aku tidak akan menelponnya. Biarkan saja. Walaupun dia satu jadwal denganku, tetapi bila dia tidur, aku tidak akan membangunkannya. Biarkan saja. Aku sudah sangat jengkel kepadanya. Sangat-sangat jengkel sekali. Sampai sempat beberapa kali dia ditelpon karena telat. Jahatnya diriku? Hahaha….
PUNG!!!
Yang mengganggu fikiranku selanjutnya adalah PROMOTION. Saat ini sudah hampir 3 bulan lebih aku disini. Dan seharunya aku sudah dipromosi, namun aku didahului oleh para repeater-repeater. Sebenarnya ada seseorang yang menjanjikanku promotion asal ada anak ASL yang datang. Tetapi ketika ada seorang ASL yang datang dia malah diam saja. Ketika aku menagihnya, eh dia hanya bilang "Biar saya atur strategi dulu." PUNG!
Namun sudah hampir 2 cruise 14 harian berakhir. Tanda-tanda dia akan menepati janji itu belum ada. Malah setiap dia ketemu denganku dia hanya akan diam bisu. Dia mungkin malu denganku. Janjinya belum bisa ditepati ternyata. Ah … PAYAH.
Walau masih ada hal-hal lain lagi yang membuat diriku KUSUT. Aku belum mau membahasnya sekarang.
Aku saat ini sedang senang karena Ika mendapat pekerjaan di Bandung dan hari ini adalah hari pertamanya kerja. Alhamdulillah.
Semoga aja dia betah dan tentunya bisa ngejaga diri dan hatinya. J
. . . . . . . . . . . . …………. . . . . . . …………………. . . . . .
Masih dari Cabin 061.
00.55 am, 1,5 jam sebelum sahur.
Aku sangat sayang sama Ika.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment